| PP, PW Jatim, PD HIMPAUDI Kab. Sidoarjo dan Diknas Pendidikan Kab. Sidoarjo, UMSIDA beserta 1006 Peserta Workshop |
Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran mendalam (deep learning) yang kontekstual melalui pemanfaatan budaya lokal sebagai sumber belajar, sekaligus menanamkan nilai karakter dan jati diri bangsa sejak usia dini.
Dukungan Lintas Sektor
Materi dan Penguatan Kapasitas Guru
Materi pertama bertajuk Transformasi Pola Pikir PTK PAUD melalui Growth Mindset disampaikan oleh Dr. Betti Nuraini, MM, yang menegaskan pentingnya pola pikir bertumbuh (growth mindset) bagi pendidik PAUD agar mampu beradaptasi, bertahan, dan terus berkembang di tengah perubahan kebijakan serta tantangan dunia pendidikan. Dalam paparannya, guru PAUD didorong untuk mengambil peran strategis sebagai aktivator pembelajaran, kolaborator dalam ekosistem pendidikan, serta pengembang budaya belajar yang positif dan berkelanjutan dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
Selanjutnya, materi Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal di PAUD disampaikan oleh Yuni Herlina, M.TPd, yang mengulas secara komprehensif konsep, prinsip, dan strategi pembelajaran berbasis budaya lokal. Pembelajaran dipahami sebagai proses yang mengintegrasikan nilai, tradisi, bahasa, seni, kebiasaan, serta lingkungan budaya lokal agar kegiatan belajar menjadi lebih kontekstual, relevan, dan bermakna bagi anak usia dini. Dalam pemaparannya, disampaikan pula berbagai sumber inspirasi budaya lokal, seperti bahasa daerah, cerita rakyat, permainan tradisional, tarian daerah, makanan khas, rumah adat, hingga tempat bersejarah yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran di satuan PAUD.
| Popo Betty dalam sambutannya pada Laskar HIMPAUDI Kab. Sidoarjo |
Materi berikutnya mengenai Implementasi Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal di PAUD disampaikan oleh Nila Kusumaningtyas, S.T., M.Pd. Materi ini menitikberatkan pada langkah-langkah konkret dalam perancangan dan pelaksanaan pembelajaran berbasis budaya lokal di satuan PAUD. Pemaparan dimulai dari analisis kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan, penentuan tujuan pembelajaran, pemilihan topik yang kontekstual dengan lingkungan anak, hingga tahapan implementasi melalui proses inspirasi, eksplorasi, kreasi, dan refleksi, yang dilengkapi dengan contoh RPP pembelajaran berbasis budaya lokal.
Sebagai penguatan praktik, workshop dilengkapi dengan sesi Tari Kreasi untuk Anak Usia Dini yang disampaikan oleh Sandi Tramiaji, S.Pd., M.Pd. Pada sesi ini, peserta diajak memahami sejarah singkat tari, manfaat tari bagi perkembangan anak usia dini, karakteristik tari untuk AUD, serta metode penciptaan karya tari yang sederhana, imitatif, dan menyenangkan sehingga mudah diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di PAUD.
| Peserta Workshop yang antusias dari awal hingga akhir |
Komitmen HIMPAUDI
Melalui workshop ini, HIMPAUDI Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan mutu layanan PAUD melalui penguatan kompetensi guru, kolaborasi lintas sektor, serta pengembangan pembelajaran yang mendalam, kontekstual, dan berakar pada budaya lokal.


