Minggu, 01 Februari 2026

Workshop Pembelajaran Mendalam Melalui Budaya Lokal Kuatkan Karakter Bangsa

PP, PW Jatim, PD HIMPAUDI Kab. Sidoarjo dan Diknas Pendidikan Kab. Sidoarjo, UMSIDA beserta 1006 Peserta Workshop

Sidoarjo — Sebanyak 1.006 guru PAUD yang tergabung dalam laskar HIMPAUDI Kabupaten Sidoarjo mengikuti Workshop Pembelajaran Mendalam Melalui Budaya Lokal Kuatkan Karakter Bangsa yang diselenggarakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, bertempat di Aula UMSIDA Kampus 3 Lantai 7. Kegiatan berlangsung sejak pukul 07.00 dengan antusiasme peserta yang tinggi.

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran mendalam (deep learning) yang kontekstual melalui pemanfaatan budaya lokal sebagai sumber belajar, sekaligus menanamkan nilai karakter dan jati diri bangsa sejak usia dini.

Dukungan Lintas Sektor

Ketua Umum PP HIMPAUDI Popo Betty berswafoto dengan laskar HIMPAUDI Kab. Sidoarjo

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran PP HIMPAUDI, Dinas Pendidikan, serta unsur akademisi. Hadir sebagai narasumber utama Dr. Betti Nuraini, MM selaku Ketua Umum PP HIMPAUDI, didampingi para wakil ketua PP HIMPAUDI yakni Yuni Herlina, M.TPd dan Nila Kusumaningtyas, S.T., M.Pd.
Dari unsur Dinas Pendidikan hadir Lilik Sulistyowati, S.Pd., M.Pd. (Kepala Bidang Mutu), Nanik Sumarviati, M.Pd. (Kepala Bidang PAUD), Kasi PAUD, serta  Para Penilik PNF.
Sementara dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, hadir Dr. Septi Budi Sartika, M.Pd. (Dekan FPIP) dan Dr. Luluk Iffatur Rocmah, SS., M.Pd. (Kaprodi PG PAUD).

Materi dan Penguatan Kapasitas Guru

Materi pertama bertajuk Transformasi Pola Pikir PTK PAUD melalui Growth Mindset disampaikan oleh Dr. Betti Nuraini, MM, yang menegaskan pentingnya pola pikir bertumbuh (growth mindset) bagi pendidik PAUD agar mampu beradaptasi, bertahan, dan terus berkembang di tengah perubahan kebijakan serta tantangan dunia pendidikan. Dalam paparannya, guru PAUD didorong untuk mengambil peran strategis sebagai aktivator pembelajaran, kolaborator dalam ekosistem pendidikan, serta pengembang budaya belajar yang positif dan berkelanjutan dalam implementasi Kurikulum Merdeka.

Selanjutnya, materi Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal di PAUD disampaikan oleh Yuni Herlina, M.TPd, yang mengulas secara komprehensif konsep, prinsip, dan strategi pembelajaran berbasis budaya lokal. Pembelajaran dipahami sebagai proses yang mengintegrasikan nilai, tradisi, bahasa, seni, kebiasaan, serta lingkungan budaya lokal agar kegiatan belajar menjadi lebih kontekstual, relevan, dan bermakna bagi anak usia dini. Dalam pemaparannya, disampaikan pula berbagai sumber inspirasi budaya lokal, seperti bahasa daerah, cerita rakyat, permainan tradisional, tarian daerah, makanan khas, rumah adat, hingga tempat bersejarah yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran di satuan PAUD.

Popo Betty dalam sambutannya pada Laskar HIMPAUDI Kab. Sidoarjo

Materi berikutnya mengenai Implementasi Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal di PAUD disampaikan oleh Nila Kusumaningtyas, S.T., M.Pd. Materi ini menitikberatkan pada langkah-langkah konkret dalam perancangan dan pelaksanaan pembelajaran berbasis budaya lokal di satuan PAUD. Pemaparan dimulai dari analisis kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan, penentuan tujuan pembelajaran, pemilihan topik yang kontekstual dengan lingkungan anak, hingga tahapan implementasi melalui proses inspirasi, eksplorasi, kreasi, dan refleksi, yang dilengkapi dengan contoh RPP pembelajaran berbasis budaya lokal.

Sebagai penguatan praktik, workshop dilengkapi dengan sesi Tari Kreasi untuk Anak Usia Dini yang disampaikan oleh Sandi Tramiaji, S.Pd., M.Pd. Pada sesi ini, peserta diajak memahami sejarah singkat tari, manfaat tari bagi perkembangan anak usia dini, karakteristik tari untuk AUD, serta metode penciptaan karya tari yang sederhana, imitatif, dan menyenangkan sehingga mudah diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di PAUD.

Peserta Workshop yang antusias dari awal hingga akhir

Komitmen HIMPAUDI

Melalui workshop ini, HIMPAUDI Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan mutu layanan PAUD melalui penguatan kompetensi guru, kolaborasi lintas sektor, serta pengembangan pembelajaran yang mendalam, kontekstual, dan berakar pada budaya lokal.


Published By
Bidang Humas dan Kerjasama

Kamis, 21 Agustus 2025

Workshop Finger Painting HIMPAUDI Sidoarjo: Kolaborasi dengan UMSIDA Wujudkan Kompetensi dan Kesejahteraan PTK PAUD

Sidoarjo, 20 Agustus 2025 – Memperingati HUT ke-20 HIMPAUDI, Pengurus Daerah (PD) HIMPAUDI Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kompetensi PTK PAUD melalui Finger Painting. Kegiatan yang mengusung tema “Dua Dekade HIMPAUDI Membersamai PTK PAUD Mewujudkan Kesetaraan dan Kesejahteraan” ini berlangsung meriah di Aula UMSIDA Kampus 3 dan diikuti secara antusias oleh 994 guru PAUD se-Kabupaten Sidoarjo, Rabu (20/8/2025). Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB. 

Sinergi Strategis dengan UMSIDA

Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Aries Edi Nugroho, S.E., M.M., Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya inovasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. “Finger painting bukan sekadar aktivitas seni, tetapi media yang powerful untuk mengembangkan motorik halus, kognitif, dan kreativitas anak. Guru PAUD harus terus meng-upgrade kompetensinya agar bisa memberikan yang terbaik bagi generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Prof. Dr. Hana Catur Wahyuni, M.T., Wakil Rektor I UMSIDA, dalam sambutannya menyatakan komitmen kampus untuk terus mendukung pengembangan PTK PAUD. “Kolaborasi antara akademisi dan praktisi PAUD seperti ini sangat crucial untuk memastikan pendidikan berkualitas sejak dini. UMSIDA siap menjadi mitra strategis dalam mencetak pendidik anak usia dini yang unggul dan profesional,” tegasnya.

Hadir pula Dr. Septi Budi Sartika, M.Pd.(Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan UMSIDA) dan Dr. Luluk Iffatur Rochmah, S.Si., M.Pd. (Kaprodi PG PAUD UMSIDA) yang turut memberikan dukungan penuh terhadap agenda peningkatan kapasitas guru PAUD.

Komitmen untuk Kemajuan PAUD

Ibu Reny Mey Renty, S.Pd., Ketua PD HIMPAUDI Kabupaten Sidoarjo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen organisasi untuk terus mendorong kesejahteraan dan kesetaraan PTK PAUD. “Di usia ke-20 yang penuh berkah ini, HIMPAUDI tidak hanya berjuang untuk kesejahteraan, tetapi juga memastikan setiap PTK PAUD memiliki kompetensi yang unggul dan terus berkembang. Finger painting adalah satu dari banyak skill kreatif yang harus dikuasai untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan,” jelasnya.



Eksplorasi Kreatif Bersama Narasumber Ahli

Workshop ini menghadirkan Khusnul Kholik, S.Pd., seorang praktisi dan instruktur finger painting ternama, sebagai narasumber utama. Dengan metode yang interaktif dan aplikatif, beliau membagikan ilmu dan teknik-teknik dasar hingga lanjutan dalam seni lukis jari.

Para peserta tidak hanya mendapatkan teori tetapi juga diajak untuk praktik langsung membuat berbagai pola dan tema gambar yang sesuai dengan dunia anak. “Finger painting itu tentang kebebasan berekspresi. Melalui goresan warna-warni di atas kertas, kita dapat melihat dunia dari imajinasi anak sekaligus melatih sensor motorik dan keberanian mereka,”papar Khusnul Kholoik, S.Pd. dengan penuh semangat.

Antusiasme peserta terlihat jelas saat mereka secara langsung mencelupkan jari-jari mereka ke dalam cat berwarna dan menciptakan karya-karya unik, dipandu langkah demi langkah oleh narasumber.


Published By

Bidang Humas dan Kerjasama

Kamis, 19 Juni 2025

KB Al Anis Tanggulangin Raih Juara Harapan 1 MTQ PTK PAUD Jatim 2024

Sidoarjo, 29 Maret 2025 – PD HIMPAUDI Kabupaten Sidoarjo kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah regional. Atas nama KB Al Anis Tanggulangin, Ibu Choirun Nisak berhasil meraih Juara Harapan 1 Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) PTK PAUD tingkat Jawa Timur, yang diselenggarakan oleh HIMPAUDI Provinsi Jawa Timur.  

Prestasi yang Membanggakan  

Kompetisi MTQ PTK PAUD Jatim ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Timur. Keberhasilan Ibu Choirun Nisak sebagai perwakilan PD HIMPAUDI Kabupaten Sidoarjo tidak hanya mencerminkan kemampuan individu, tetapi juga menunjukkan kualitas pendidik PAUD di wilayah Sidoarjo yang unggul dalam bidang akademik dan spiritual.  

"Alhamdulillah, prestasi ini adalah hasil kerja keras dan dukungan dari seluruh keluarga besar KB Al Anis Tanggulangin serta PD HIMPAUDI Kabupaten Sidoarjo. Semoga bisa memotivasi rekan-rekan PTK PAUD lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi,"* ujar Ibu Choirun Nisak dengan penuh syukur.  

Dukungan PD HIMPAUDI Kabupaten Sidoarjo 

Ketua PD HIMPAUDI Kabupaten Sidoarjo, Reny Mey Renty, S.Pd, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi ini. "Ini adalah bukti bahwa pendidik PAUD di Sidoarjo tidak hanya berkompeten dalam pembelajaran, tetapi juga memiliki talenta di bidang keagamaan. Kami akan terus mendorong dan memfasilitasi PTK PAUD untuk berkembang di berbagai bidang," tegasnya.  

PD HIMPAUDI Kabupaten Sidoarjo aktif memberikan pelatihan dan pendampingan kepada anggotanya, termasuk dalam pengembangan baca Al-Quran, sebagai bagian dari program peningkatan kompetensi holistik PTK PAUD.  

Harapan ke Depan

Prestasi ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi pendidik PAUD lainnya di Kabupaten Sidoarjo untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik, seni, maupun keagamaan. PD HIMPAUDI Kabupaten Sidoarjo berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan potensi PTK PAUD melalui berbagai program pelatihan dan kompetisi.  

Selamat kepada Ibu Choirun Nisak dan KB Al Anis Tanggulangin! Semoga prestasi ini menjadi awal dari banyak pencapaian gemilang lainnya.  


Published By

Bidang Humas dan Kerjasama

Membangun Kemitraan Orang Tua dan PAUD untuk Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak

Pendahuluan 

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tidak hanya menjadi tanggung jawab pendidik di sekolah, tetapi membutuhkan kolaborasi aktif antara guru dan orang tua. Kemitraan yang kuat antara PAUD dan keluarga menciptakan lingkungan yang konsisten bagi stimulasi anak, baik di rumah maupun di sekolah. Artikel ini menjelaskan pentingnya kemitraan orang tua-PAUD, bentuk-bentuk kolaborasi, serta strategi untuk memperkuatnya.  

Mengapa Kemitraan Orang Tua dan PAUD Penting?

1. Konsistensi Pola Asuh dan Pendidikan

Anak membutuhkan kesinambungan antara nilai yang diajarkan di PAUD dan di rumah. Misalnya, jika PAUD mengajarkan kemandirian, orang tua perlu mendukungnya dengan tidak selalu membantu anak menyelesaikan semua masalahnya.  

2. Meningkatkan Hasil Belajar Anak

   Penelitian dari National Association for the Education of Young Children (NAEYC, 2022) menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam PAUD meningkatkan kemampuan literasi anak hingga 30% dibandingkan yang tidak terlibat.  

3. Memahami Perkembangan Anak Secara Holistik

   Guru PAUD dan orang tua saling melengkapi informasi tentang perkembangan anak, baik akademik, sosial, maupun emosional.  

Bentuk-Bentuk Kemitraan yang Dapat Diterapkan

1. Pertemuan Rutin Orang Tua dan Guru

   - Diskusi perkembangan anak melalui parent-teacher meeting.  

   - Workshop parenting tentang tema spesifik (misal: mengatasi tantrum, stimulasi bahasa).  

2. Kelas Partisipatif Orang Tua 

   - Orang tua diajak terlibat langsung di kelas, seperti membacakan cerita atau berbagi profesi (career day).  

3. Komunikasi Digital 

   - Grup WhatsApp atau aplikasi sekolah untuk berbagi informasi harian (foto kegiatan, pencapaian anak).  

   - Newsletter bulanan berisi tips parenting dan jadwal kegiatan PAUD.  

4. Program "Home Visit 

   - Guru berkunjung ke rumah untuk memahami lingkungan keluarga dan memberikan saran pembelajaran.  

5. Kegiatan Kolaboratif

   - Proyek bersama orang tua-anak, seperti berkebun atau membuat kerajinan.  

   - Acara keluarga (family day) untuk mempererat hubungan antar-orang tua dan staf PAUD.  

Tantangan dan Strategi Penguatan Kemitraan

Tantangan:

- Keterbatasan waktu orang tua karena pekerjaan.  

- Perbedaan persepsi tentang peran masing-masing pihak.  

Solusi:

1. Fleksibilitas Waktu

   - Menyediakan pertemuan daring atau di luar jam kerja.  

2. Sosialisasi Manfaat Kemitraan

   - Memberikan contoh konkret dampak positif keterlibatan orang tua melalui data atau testimoni.  

3. Pelibatan Ayah

   - Membuat program khusus untuk mendorong partisipasi ayah, seperti Fathers’ Day Activity.  

Kesimpulan

Kemitraan orang tua dan PAUD adalah kunci keberhasilan pendidikan anak usia dini. Dengan komunikasi terbuka, saling menghargai peran, dan inovasi program, kolaborasi ini akan menciptakan fondasi kuat bagi masa depan anak.  


Daftar Pustaka:

1. NAEYC. (2022). *Family Engagement in Early Childhood Education*.  

2. Harvard Family Research Project. (2021). *Partnerships for Learning*.  

3. Kemdikbud. (2023). *Panduan Kemitraan PAUD dan Orang Tua*.  


Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk Fondasi Masa Depan Generasi

Pendahuluan

PAUD mencakup pendidikan untuk anak usia 0–6 tahun, periode yang disebut sebagai golden age karena 90% perkembangan otak terjadi pada masa ini. Menurut UNESCO, anak yang mengikuti PAUD memiliki kemampuan literasi dan numerasi 20% lebih baik saat masuk SD dibandingkan yang tidak. Namun, di Indonesia, partisipasi PAUD masih sekitar 75% (Kemendikbud, 2023), menunjukkan perlunya sosialisasi lebih intensif tentang manfaat PAUD.  

Manfaat PAUD 

1. Perkembangan Kognitif

PAUD merangsang perkembangan otak melalui stimulasi kreatif, seperti permainan edukatif dan interaksi sosial. Penelitian Harvard University (2022) membuktikan bahwa anak PAUD memiliki IQ lebih tinggi 5–10 poin dibandingkan yang tidak bersekolah di PAUD.  

2. Kesiapan Sekolah Dasar

Anak PAUD lebih mudah beradaptasi dengan pembelajaran formal karena terbiasa dengan struktur kegiatan, disiplin, dan kerja sama. Data Kemdikbud menunjukkan 85% lulusan PAUD tidak mengalami school shock saat masuk SD.  

3. Pembangunan Karakter 

PAUD mengajarkan nilai moral, kemandirian, dan empati melalui metode learning by playing. Contoh: kegiatan kelompok melatih toleransi dan resolusi konflik sejak dini.  

4. Pengurangan Kesenjangan Sosial

PAUD memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak dari keluarga marginal. Studi World Bank (2021) menyatakan setiap $1 yang diinvestasikan di PAUD menghasilkan $17 dalam bentuk produktivitas ekonomi di masa depan.  

Tantangan dan Solusi

Meski penting, PAUD di Indonesia masih menghadapi tantangan seperti:  

- Keterbatasan Akses: 25% daerah tertinggal belum memiliki PAUD memadai.  

- Kualitas Guru: 40% pendidik PAUD belum bersertifikasi (Data HIMPAUDI, 2024).  

Solusi yang Direkomendasikan:  

- Pemerintah perlu memperluas program *PAUD Desa* dan pelatihan guru berbasis inklusi.  

- Orang tua diajak mendaftarkan anak ke PAUD melalui kampanye *"1 Anak 1 PAUD"*.  

Kesimpulan  

PAUD bukan sekadar tempat bermain, melainkan investasi utama pembangunan SDM unggul. Dukungan pemerintah, masyarakat, dan keluarga sangat menentukan keberhasilan anak di jenjang pendidikan selanjutnya.  


Daftar Pustaka

1. UNESCO. (2023). *Global Education Monitoring Report*.  

2. Kemendikbud. (2023). *Statistik PAUD Indonesia*.  

3. World Bank. (2021). *The Promise of Early Childhood Development*.